Al – Matlab Media – Kalau kamu pikir orang paling kaya di dunia adalah mereka yang punya perusahaan teknologi atau koleksi mobil listrik, perkenalkan: Mansa Musa. Penguasa Kekaisaran Mali di abad ke-14 ini bukan cuma kaya, dia adalah definisi “Sultan” yang sesungguhnya. Begitu kayanya, yang kalau hidup di zaman sekarang, mungkin bakal beli saham Google, Apple, dan Tesla cuma buat dijadiin souvenir kondangan.

Siapa Sih Mansa Musa?

Lahir dengan nama Musa Keita I, ia naik takhta pada tahun 1312 sebagai “Mansa” (artinya Raja atau Sultan) dari Kekaisaran Mali. Di zamannya, dia bukan cuma “orang kaya nomor satu,” tapi dia adalah ekonomi itu sendiri. Kekayaannya berasal dari emas yang jumlahnya nggak masuk akal. Bayangin, pas dunia lagi haus emas, dia malah punya tambang yang isinya kayak nggak habis-habis.

Pada masa itu, Mali memproduksi hampir setengah dari pasokan emas dunia. Bayangkan, Mansa Musa praktis adalah pemilik “Bank Sentral” dunia tanpa ada saingan sama sekali. Kalau Elon Musk harus pusing mikirin harga saham yang naik-turun kayak roller coaster, harta Mansa Musa itu riil. Emas batangan, emas! Bukan angka di layar HP doang.

“Dosa” Terlucu: Saking Baiknya, Bikin Negara Orang Bangkrut

Inilah bagian yang paling legendaris. Saat mampir di Kairo, Mesir, Mansa Musa sangat dermawan. Dia membagikan emas kepada setiap orang miskin yang ia temui dan berbelanja di pasar dengan harga yang sangat royal. Belanja di pasar pun dia nggak pernah minta kembalian. Pokoknya, prinsipnya: “Ambil aja kembaliannya, sekalian sama tokonya kalau perlu.”

Tapi gara-gara dia kebanyakan nebar emas, nilai emas di Mesir langsung anjlok parah. Rakyat Mesir malah pusing karena harga barang jadi mahal (inflasi). Akibatnya, terjadi inflasi parah selama 12 tahun! Ini mungkin satu-satunya kejadian dalam sejarah di mana satu orang bisa merusak ekonomi sebuah negara cuma gara-gara dia terlalu baik dan terlalu kaya.

Bukan Cuma Pamer Harta, Tapi Membangun Peradaban

Pulang dari haji, dia nggak cuma bawa oleh-oleh gantungan kunci. Dia bawa arsitek dan ilmuwan top dunia buat ngebangun Timbuktu. Hasilnya? Timbuktu jadi pusat ilmu pengetahuan yang lebih keren dari kampus-kampus elite zaman sekarang. Dia bangun Masjid Djinguereber pakai lumpur yang ajaibnya masih tegak berdiri sampai sekarang.

Warisan yang Tak Ternilai

Mansa Musa wafat dengan estimasi kekayaan sekitar $400 – $500 miliar dolar. Intinya, kalau kamu merasa flexing pakai iPhone terbaru itu udah keren, ingatlah ada orang di abad ke-14 yang sedekahnya aja bisa bikin harga emas sedunia turun harga. Namun, warisan terbesarnya bukanlah emasnya, melainkan bagaimana ia menaruh Afrika Barat di peta dunia sebagai pusat intelektual yang disegani.(Fauzi)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *