Selayang Pandang

Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi Ulil Albab. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali Imran : 190 – 191)

Maha Besar Allah yang telah menciptakan alam semesta sebagai tanda KebesaranNya. Penciptaan langit dan bumi serta segala sesuatu diantara keduanya merupakan bukti nyata akan Keberadaan DiriNya Dzat Yang Wajib WujudNya Allah AsmaNya, Tuhan semesta alam, bagi hamba yang Ulul Albab (=hamba yang memiliki inti). Sehingga segala tingkah laku perbuatannya, segala gerak-gerik lahir dan batinnya, dimana saja, sedang apa saja, dan dalam kondisi apapun juga selalu mendzikiriNya. Kemudian berusaha menjadikan potensi pikir dan ketrampilannya dijadikan sarana mengelola garapan dunia yang diciptakanNya tidak batal dan sia-sia ini semata-mata demi Subhanaka. (Sebagai pancatan yang kokoh dalam memproses pensucian diri untuk mendekatkan diri kepada DiriNya Dzat Yang Maha Suci Allah SWT).

Berdasarkan firman Allah diatas, Pondok Pesantren Matlabus Salik turut mendukung proses pendidikan peserta didik menjadi hamba yang Ulul Albab; hamba yang dicintaiNya, yang batinnya mencahaya dengan dzikir dan potensi pikirnya mencahaya dengan cahaya Ilahi dalam menggapai kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat sehingga mampu melahirkan generasi-generasi sebagai Kader Islam ‘Arif Billah Berakhlak Karimah.

Dengan harapan dapat memberikan manfaat dan memiliki kepedulian yang tinggi bagi sesama manusia tanpa memandang suku, agama, ras maupun golongannya, cakap dan terampil menjadi anggota masyarakat yang berilmu, beramal dan bertaqwa. Sejalan dengan hadits Nabi Muhammad SAW:

Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kamu sekalian adalah yang paling baik akhlaknya (budi pekertinya).” (HR. Bukhari & Muslim)

Dan juga  :

Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi manusia lain.” (HR. Thabrani, Daruqutni)