Unggah-Ungguh di Media Sosial
Buat Srawung Digital Tetap Asyik dan Positif

Ilustrasi bersosial media yang beretika.

Pernah gak sih kamu geleng-geleng kepala baca komentar pedas di media sosial, atau group chat kelas yang mendadak panas gara-gara salah paham teks? Di era digital ini, kita semua adalah warga dunia maya. Nah, agar interaksi kita tetap sehat, seru, dan tidak memicu drama, kita butuh yang namanya Netiket (Etika Berinternet). 

Seperti yang penuturan Imam Mubarok atau yang biasa disapa Gus Barok, budayawan asal Kediri, mengingatkan bahwa  pemanfaatan teknologi sebagai ruang baru dari srawung (bersosialisasi) itu boleh-boleh saja dan merupakan bagian dari perkembangan zaman. “Tapi nilai – nilai luhur dan tatanan budaya tetap harus dijaga. Jangan sampai kemudahan teknologi membuat kita kehilangan sopan santun,” tuturnya.

Nah, biar srawung digital kita tetap asyik dan positif, yuk, terapkan beberapa tips netiket sederhana ini saat berselancar di dunia maya:

  1. Saring sebelum Sharing. Cek dulu kebenarannya dan jangan asal ikut ikutan menyebarkan informasi yang belum jelas. 
  2. Bijak dalam berkomentar. Jangan asal mengetik komentar buruk dan merasa aman karena ujaran kebencian dan jejak digital ucapan bisa berdampak hukum dan dapat menyakiti orang lain secara nyata.
  3. Hargai ruang pribadi dan privasi orang lain, jangan pernah membongkar masalah orang lain tanpa izin mereka. Hal yang menurutmu lucu atau sepele bisa menjadi sumber masalah besar bagi orang lain.
  4. Kritik isinya, jangan serang orangnya, kamu boleh berpendapat atau berdebat di kolom komentar, tapi fokuslah pada argumen atau masalahnya bukan orangnya. 
  5. Think Before You Post. Pastikan apa yang kamu unggah tidak merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain.
  6. Ganti FOMO dengan JOMO. FOMO (Fear of Missing Out) yang cenderung mengarah pada validasi dan flexing karena takut ketinggalan tren, bisa kita ganti dengan JOMO (Joy of Missing Out) yakni perasaan nyaman dan bahagia meski harus ketinggalan tren demi menikmati momen saat ini.

Perlu kita ingat, kebebasan berekspresi tetap penting, tetapi kebebasan itu berjalan bersama tanggung jawab. di dunia maya jempol kita memang kecil, tetapi dampak sebuah unggahan bisa menjangkau banyak orang dan bertahan lama. So, berhati-hatilah dalam berselancar di dunia maya. (Lintang)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *