RADAR KEDIRI : Menghidupkan Kembali Nilai “Srawung”Lewat School Contest

Para peserta Radar Kediri SCXVIII antusias untuk mengikuti TM di Kantor Radar Kediri. (Najwa, Al Matlab Media)

Di era digital saat ini, ruang interaksi fisik bagi anak muda sering kali tergeser oleh layar gawai. Namun, Jawa Pos Radar Kediri punya cara beda untuk pelajar dan anak muda Kediri Raya agar berkumpul bersama. Ya.. dengan menyelenggarakan event akbar, SCHOOL CONTEST. Event yang terselenggara dengan spektakuler ini diikuti ribuan pelajar dengan beragam kompetisi. Mulai dari mading wars untuk adu kreatifitas, hingga adu skill dalam mobile legend. Dalam bidang seni, ada adu kepiawaian dalam fotografi, videografi, seni lukis, dan seni tari.

School Contest membuktikan bahwa esensi srawung – tradisi berkumpul, berinteraksi, dan menjalin kebersamaan dalam budaya Jawa – tetap bisa hidup di kalangan generasi muda. Melalui tema Digital Roots Local Soul, kompetisi ini berhasil menuntut peserta mengkolaborasikan teknologi modern dengan nilai-nilai luhur lokal untuk setiap karya.

Srawung bukan lagi sekadar nongkrong tanpa arah, melainkan menjelma menjadi ruang kolaborasi yang positif. Tidak hanya berkompetisi, para pelajar juga saling bertukar ide, yang didasari rasa solidaritas. Event ini menciptakan ruang yang sehat di mana anak muda bisa saling mengapresiasi karya, bakat, dan kreativitas satu sama lain. School Contest bukan sekadar ajang perebutan juara. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa anak muda Kediri Raya mampu merawat akar budaya srawung yang guyub dan hangat, sekaligus tetap melangkah maju sebagai generasi yang melek digital. ***

Kategori: Mading Wars XVIII

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *