
Fun Fact : “Antara Sarung dan Srawung”
Memiliki pola irama yang hampir sama? Ternyata ‘Sarung’ dan ‘Srawung’ memiliki juga nilai filosofi yang tak kalah dekat dengan kehidupan kita. Sarung yang identik dengan busana ibadah, kini menjadi busana fleksibel yang bisa dipakai untuk pergi kemana saja, mulai dari pakaian rumahan, hingga dipakai saat nongkrong di angkringan atau pos ronda. Nah, karena fleksibilitas itulah, kata ‘Sarung’ dan ‘Srawung’ sering di plesetkan ke dalam sebuah stereotip yaitu “orang yang suka sarungan doyan banget srawung.” Artinya, saat ‘Sarung’ sudah menjadi busana pelengkap yang dikenakan sehari – hari apalagi kita sebagai santri, maka ‘Srawung’ menjadi tempat nyaman dalam lingkaran kebersamaan. (Alimmah)
Fun Fact : ” Si Emprit, Yang Suka Bergotong Royong “
Sering terlihat terbang bersamaan, ternyata burung emprit menyimpan banyak simbol dan pelajaran hidup? Ini dia sekilas fakta menarik maskot yang kami angkat. Sebagai hewan yang komunal burung emprit menyimpan banyak nilai yang selaras dengan srawung. Mulai dari kebiasaannya hidup bersama, kekompakan dalam mencari makan, hingga keberadaan mereka yang membumi dengan segala kesederhanaanya. Seperti sifat mutlak manusia sebagai makhluk sosial, kekuatan gotong royong, hingga cerminan dari nilai andhap asor (kerendahan hati) di mana seseorang harus membuang jauh – jauh ego atau status sosialnya agar bisa membaur dengan siapa saja, layaknya kawanan emprit yang hidup berdampingan di alam. (Lintang)
Ora Srawung, Rabimu Suwung
Pernahkah kalian mendengarkan ungkapan jawa yang mengatakan ‘Ora Srawung, Rabimu Suwung’? bagi kita sebagai gen Z mungkin terdengar asing, tapi ungkapan jenaka khas Masyarakat Jawa ini justru memiliki makna yang mengena dan dianggap unik karena memiliki arti ‘jika tidak suka bergaul, pernikahanmu nanti bisa sepi (suwung).’
Ungkapan ini mengingatkan kita akan pentingnya bertetangga. Di desa, jika seseorang hendak memiliki hajat (seperti menikah), sukses atau tidaknya acara itu sangat bergantung pada riwayat srawung masa lalu. Kalau seseorang tertutup, tetangga bisa enggan datang membantu rewang atau kondangan, sehingga acara pernikahan menjadi sepi (suwung). (Lintang)
0 Komentar