
Berawal dari rasa keprihatinan akan kelestarian sejarah dan budaya di wilayah Kediri, pada 11 November 2011 lalu lahirlah komunitas Pelestari Sejarah-Budaya Kadhiri yang disingkat dengan sebutan PASAK. Berkantor di Pagu, Wates, Kab. Kediri, komunitas ini merupakan salah satu perkumpulan pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang yang berfokus untuk merawat dan melestarikan sejarah dan budaya khususnya di daerah Kediri.
Komunitas PASAK berdiri atas rasa prihatin dan kepedulian pemuda pemudi yang melihat berbagai situs kuno yang dibiarkan begitu saja. Padahal apabila ditelisik lebih dalam, wilayah Kediri memiliki potensi yang luar biasa. Banyak situs–situs kuno peninggalan kerajaan dan penjajahan zaman dahulu.
Setiap bulannya pun komunitas PASAK aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan rutin seperti blusukan untuk menelusuri tempat-tempat situs peninggalan sejarah atau diskusi sejarah. Yang terkadang setiap kegiatan blusukan ditutup dengan mayoran ( = makan bersama, jawa) dengan anggota komunitas PASAK. Hal ini dilakukan oleh komunitas sebagai bentuk srawung antar anggota. Seperti yang disampaikan Ketua Komunitas PASAK, Pak Didin Saputro. “Berkumpul dalam hal keakraban dengan satu komunitas, yang kemudian dari kegiatan itu akan menemukan hal-hal (pengetahuan) baru sekaligus mempererat tali silaturahmi,” jelasnya.
Lebih lanjut beliau menuturkan, komunitas ini juga aktif mengikuti event–event sejarah dan budaya yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah Kabupaten dan Kota Kediri. Juga aktif mengadakan Open Trip napak tilas sejarah yang dibuka untuk umum. Hal ini dilakukan sebagai salah satu aksi nyata dan kampanye untuk mengajak masyarakat khususnya generasi muda agar tumbuh rasa kepedulian terhadap sejarah dan budaya Indonesia, terkhusus wilayah Kediri. Mengikuti perkembangan teknologi yang serba digital, Komunitas PASAK pun menyesuaikan diri dengan aktif dalam pengembangan media sosial seperti Instagram, website dan youtube sebagai ruang untuk mengedukasi khalayak dan juga mempromosikan situs-situs sejarah dan kebudayaan Kediri. Komunitas PASAK berharap agar generasi muda mau untuk mulai mengnal sejarah dan budaya yang ada di sekitarnya. “Setidaknya, anak muda mau mengenal sejarah di lingkup kecilnya seperti tahu identitas dirinya, keluarganya, nama-nama tetangganya, asal usul desa yang ia tinggali, hingga menumbuhkan cinta terhadap sejarah dan budaya lokal. Ini semua untuk menjaga kearifan lokal ditengah gempuran teknologi,” pungkasnya. (Al Matlab Media)
0 Komentar